Archive for the ‘Uncategorized’ Category

22
Feb

Rangkuman Jurnal Ilmu Komputer

   Posted by: Defri   in Uncategorized

1.Implementasi Web Service Untuk Mobile Commerce

Oleh : Grimaldi Suryadi, Lely Hiryanto, Bobby Tumbelaka

Applikasi ini dibuat agar pelanggan dari perusahaan yang dimaksud dalam jurnal ini dapat mengakses inventori perusahaan dengan mudah dan dapat dilakukan dimana saja, mengingat ini berbasi mobile-web. Mobile web juga memiliki keuntungan lain yakni multi-platform. Aplikasi ini juga menggunakan QR-Code untuk kemudahan akses mobile dengan cara di-scan melalui perangkat mobile yang sudha kita kenal sebelumnya.

selengkapnya di : http://fti.tarumanagara.ac.id/jurnal/index.php/JIKSI/article/viewFile/70/16

 

2. E-Book ReaderBerbasis MobileMenggunakan Modifikasi Fitur Face Tracking

Oleh : Saparudin, Reza Firsandaya Malik, Rikza Azriyan

Face tracking memungkinkan untuk diterapkan pada perangkat mobile. Menurut  penelitian  yang  telah  dilakukan  oleh  Abdullah  Bulbul,  untuk  mengatasi  keterbatasan  memori  dan  CPU  power  pada  perangkat  mobile,  diperlukan  sebuah  algoritma  yang  ringan seperti metode perbandingan warna citra .Dalam jurnal ini, akan dibahas  mengenai  pengembangan  sistem  navigasi  perpindahan  halaman  E-book  reader  pada  perangkat  mobile  berkamera  depan  menggunakan  wajah  Melalui  fitur  face  tracking dengan bantuan OpenCV Frameworks. Modifikasi pengurutan proses  dan  algoritma  proses  pada  teknik  face  tracking menggunakan  metode  perbandingan  warna  citra  dengan  bantuan  OpenCV  Frameworks  sehingga  dapat  mendeteksi pergerakan wajah dan menghindari proses perhitunganyang kompleks pada perangkat mobile  yang  memiliki  keterbatasan  memori.

selengkapnya di : http://portalgaruda.org/portalgaruda/journals/index.php/generic/article/viewFile/128/pdf

 

3. Aplikasi Mobile dan Desktop untuk Hotel dengan Studi Kasus Cassadua Guest House

Oleh : ElisabetSetiawan, Maria Donna Francisca

Tujuan pembuatan sistem ini adalah untuk mempermudah pihak hotel dalam mengelola data penginapan dan reservasi serta mempermudah pelanggan dalam melakukan reservasi kamar. Reservasi kamar dapat dilakukan oleh pelanggan maupun pihak hotel. Pelanggan dapat memasukkan data pemesanan melalui aplikasi mobile, sedangkan pihak hotel melalui aplikasi desktop untuk menangani reservasi via telepon. Aplikasi ini dapat memudahkan pihak hotel dalam mengelola data penginapan dan reservasi.

selengkapnya di : http://cls.maranatha.edu/khusus/ojs/index.php/jurnal-informatika/article/view/271/pdf

 

4.Analisi Tekni Teduksi Data dan Minimalisasi Ukuran File Pada Mobile Application Pengenalan Budaya Indonesia Berbasis Android serta Pengembangannya

Oleh : Adhika Novandya, Debyo Saptono

Minimalisasi digunakan untuk mengurangi beban aplikasi, sehingga memperkecil ukuran file aplikasi yang menyebabkan aplikasi mendapatkan ukuran yang ideal dan optimal. Proses reduksi  data menyebabkan berkurangnya  penggunaan file XML yang memiliki fungsi menampilkan halaman yang sama yaitu dari 33 file menjadi sebuah file XML. Proses minimalisasi menghasilkan ukuran file APK yang semula memiliki ukuran lebih dari 40 Mb menjadi kurang dari 2 Mb. Analisis teknik reduksi data dan minimalisasi untuk aplikasi pengenalan budaya Indonesia berbasis android menunjukkan bahwa reduksi data dapat menyederhanakan 33  fileXML yang serupa ke dalamsebuah filesaja. Proses minimalisasi menunjukkan bahwa ukuran file APK dapat diturunkan dari 48,6 MB menjadi 1,48 MB dengan tidak menggangu  performancedari aplikasi tersebut pada saat dijalankan pada handphoneyang mendukung aplikasi ini.

selengkapnya di : http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/viewFile/567/486

 

5.Aplikasi Pengenalan Budaya dari 33 Provinsi Di Indonesia Berbasis Android

Oleh : Adhika Novandya, Ajeng Kartika, Ari Wibowo, Yudhi Libriadiany

Aplikasi ini dibuat agar dapat membantu para pengguna mendapatkan informasi mengenai berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia diantaranya seperti rumah adat, pakaianadat, lagudaerah, tarian adat, dan makanan tradisional dari setiap provinsi yang ada di Indonesia dengan menggunakan  handphone serta membantu mengasah pengetahuan pengguna dengan memberikan  soal-soal terkait mengenai budaya diIndonesia. Selain itu, pengguna dapat menguji kemampuan pengetahuannya dalam menjawab soal-soal mengenai kebudayaan yang disediakan serta pengguna dapat melihat nilai kemampuannya berdasarkan jumal soal-soal yang berhasil dijawab dengan benar. Pengguna dapat mendengarkan beberapa lagu daerah yang telah disediakan dalam aplikasi ini.

selengkapnya di : http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/download/576/499

 

6.Pengenal ucapan Untuk Belakar Bahasa Menggunakan Perangkat Mobile

Oleh : Kezia Velda Roberta, Raden Supriyanto

Aplikasi mobile ini dikembangkan untuk ponsel Android 2.3 ke atas dan menggunakan mesin pengenalsuaraGoogle sebagai mesin pengenal ucapan. Daftar kata yang dijadikan  sebagai bahan pembelajaran diambil dari beberapa situs belajar Bahasa Indonesia. Hasil pengujian terhadap aplikasi ini menunjukkan bahwa kinerja aplikasi ini tergantung dari koneksi yang digunakan, terutamajika pengguna ingin memanfaatkan fitur pengenal ucapan. Walaupun hasil pengenalan masih belum maksimal, berdasarkan uji pada pengguna, aplikasi ini cukup membantu pengguna untuk belajar melafalkan katakata Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Walaupun pada pengujiannya masih terdapat beberapa kesalahan dalampengenalan kata, aplikasi ini cukup diterima oleh pengguna dan membantu dalam mempelajari kata-kata umum Bahasa Indonesia.

selengkapnya di : http://www.ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/viewFile/643/564

 

7.Pembuatan Aplikasu Mobile Learning Seagai Sarana Pembelajaran di Lngkungan Universitas Diponegoro

Oleh : Afandi Nur Aziz Thohari, Kodrat Iman Satoto, Kurniawan Teguh Martono

Tujuan dari Aplikasi ini ialah M-Learning, yang notabene persatuan antara E-Learning dan mobile-computing. Tujuannya tiada lain tiada bukan untuk memudahkan akses ke e-Learning it sendiri, sehingga dapat diakses dimanapun dan kapanpun asalkan memiliki perangkat mobile yang mendukung, juga memungkinkan mahasiswa mengevauasi dengan mengerjakan soal soal yang sudah di sediakan di fasilitas ini. Fasilitas ini dibangun dengan phonegap. Yaitu sebuah development tool yang memungkinkan pengembang untuk menggunakan teknologi berbasis web.

selengkapnya di : http://www.ejournal- s1.undip.ac.id/index.php/jtsiskom/article/viewFile/2541/2536

 

8.Pengembangan Aplikasi Pencarian Data Korban Bencana di Indonesia Berbasis Web

Oleh : Aditya Hadiwijaya

Merancang sebua aplikasi untuk mendata korban bencana dengan fasilitas web, sehingga dapat dilakkan tracking terhadap korban melalu berbagai platform. Dengan mengembangkan applikasi web ini diharapkan pencarian korban menjadi lebih efektif, tidak seperti saat bencana tsunami di ach yang dikatakan ada mencari rekan/keluarga yang terkena bencana baru ketemu berbulan bulan kemudian. Penulis juga berencana untuk menambahkan fitur face recognition agar lebih mudah dalam pencarian

Selengkapnya di : http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/1044/1/ADITYA%20HADIWIJAYA-FST.PDF

 

9.Sistem Informasi Peringatan Dini Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pangan Berbasis Mobile Computing

Oleh: Harsino, Wandy Apriyandi, Yudiana Herman, Tono

 

Yang diharapkan sistem ini ialah pengiriman data mengenai hama dan penyakit tanaman, yang diharapkan data akan tersampaikan dengan cepat kepada kementrian pertanian sehingga dapat mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk pencegahan maupun penghentian hama / penyakit tanaman.

 

Selengkapnya di : http://eprints.binus.ac.id/25634/1/ComTech%20Vol.2%20No.2%20Des%202011.pdf

 

10. Sistem Pelayanan Jasa dan Penjualan Produk Percetakan Berbasis Web pada Proposter Indonesia

Oleh : Elidjen, Gandi Cahyadi, Mario Andika

Tujuan utama aplikasi ini untuck memudahkan mendapat informasi seputar pelayanan jasa dan produk percetakan. Sistem yang user friendly juga memudahkan pelanggan mendapat informasi terkini yang pada akhirnya tetap berujung untuk memudahkan pelayanan. Peambahan kelengkapan sistem sangat diharapkan penulis, seebagai contoh akan diadakannya fitur tstimoni untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.

Selengkapnya di : http://eprints.binus.ac.id/26901/1/sistem%20pelayanan%20jasa%20..%20proposter%20indonesia.pdf

 

 

 

 

Langsung saja, disini saya akan sedikit menjelaskan beberapa perintah dasar dalam management file dan file permission pada linux. Tentunya dengan menggunakan terminal

File Management

   Melihat File

  • ls : perintah yang digunakan untuk melihat file yang ada dalam direktori
  • ls -l : memperlihatkan daftar file disertai dengan atribut seperti pemilik, permission, ukuran, dan tanggal modifikasi
  • ls -a : memperlihatkan daftar file dan file tersembunyi di dalam direktori sekarang tanpa atribut apapun
  • ls -lt : berfungsi mengurutkan daftar file berdasarkan waktu (baik yang terbaru maupun terlama)
  • ls -ls : berfungsi mengurutkan daftar file berdasarkan ukuran file (Dari besar hingga terkecil)
  • ls -lrt : berfungsi mengurutkan daftar file dari yang terlama hingga yang terbaru
  • ls -al : lengkapnya di bawah

hash

       Keterangan :

  1. Jenis file beserta perizinan
  2. Jumlah link (entri direktori yang merujuk ke file)
  3. Pemilik file
  4. Kelompok pemilik file
  5. Size file (bytes)
  6. Tanggal terakhir di update

Menyalin , Memindahkan, Menghapus file

  • cp : digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori
  • mv : digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file
  • rm : digunakan untuk menghapus satu atau banyak file.

pada perintah cp dan mv dapat menambahken beberapa perintah lain di belakangnya seperti:

  • -f atau –force
  • -i atau –interactive
  • -b atau –backup

Membuat dan Menghapus Direktori

  • mkdir : digunakan untuk membuat direktori
  • rm : digunakan untuk menghapus direktori

File Permission

Dalam pembahasan file permission akan di bahas 2 metode file permission itu sendiri, yakni :

  • Metode Simbolik

Mode simbolik cukup mudah diingat. Pertama, Anda memutuskan apakah Anda mengatur hak akses bagi pengguna (u), kelompok (g), lainnya (o), atau ketiganya (a). Kemudian, Anda menambahkan izin (+), hapus (-), atau menghapus izin sebelumnya dan menambahkan yang baru (=). Selanjutnya, Anda memutuskan apakah Anda mengatur izin read (r), write (w), atau execute (x). Bagaimana penggunaannya, mari kita lihat berikut ini :

chmod a=r ‘namafile’
Setelah perintah, izin file ‘namafile’ itu akan menjadi -r–r–r–

chmod o+x ‘namafile’
Setelah perintah, izin file ‘namafile’ itu akan menjadi -r–r–r-x

chmod ug+w ‘namafile’
Setelah perintah, izin file ‘namafile’ itu akan menjadi -rw-rw-r-x

  • Metode Numerik

Dalam mode numerik, hak akses file tidak diwakili oleh karakter. Sebaliknya, mereka diwakili oleh tiga digit nomor oktal. Berikut nomornya dalam gambar yang saya dapat dari salah satu modul file permission

hash2

 

Contoh penggunaan :

chmod 540 ‘namafile’

Dalam hal ini, izin file ‘namafile’ menjadi -r-xr—–. Pemilik/user akan memiliki izin read dan execute (5 = 4 +1), kelompok/group memiliki izin read (4), dan other tidak memiliki izin akses (0).

Sekian penjelasan singkat dari saya, semoga membantu dan maaf bila banyak kekurangan

 

referensi :

10
Nov

Applying Research to Our ICT

   Posted by: Defri   in Uncategorized

Tanggal 7 November saya menghadiri kuliah umum di Auditorium JICA, yang hadir sebagai pemateri adalah Pak Prof. Bruce Waldrip dari Monash University di Australia nan-jauh dimata. ( ada juga di Berita UPI )

Kuliah umu yang saya hadiri ini memiliki inti topik yakni, pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Seperti yang beliau contohkan untuk melihat benda kecil kita dapat memanfaatkan teknologi kamera yang langsung di sambung ke proyektor ( dalam kasus ini beliau memakai salah satu smartphone ). Penggunaan ICT di bidang pendidikan memang sudah perlu dilakukan, apalagi dengan didukung perkembangan yang sangat pesat di bidang ICT ini.

Dengan perkembangan yang sangat pesat ini, apakah peran guru masih diperlukan ?

Pertanyaan tersebut muncul saat kuliah umum ini, dengan jelas terjawabkan “Tidak” untuk pertanyaan tersebut. Kenapa ? karena secanggih apapun teknologi yang digunakan dalam pembelajaran, tidak akan bisa sepeti guru.

27
Oct

Setting Acces Point

   Posted by: Defri   in Uncategorized

Merunut balik ke praktikum yang saya lakukan bersama teman sekelompok, melakukan praktikum mata kuliah jaringan komputer yakni setting Access Point. Sebelum setting access point ada baiknya kita mempersiapkan alat terlebih dahulu, yakni :

  1. 1 unit Komputer ( untuk setting access point )
  2. 1 unit access point ( kebetulan yang kita gunakan bermerek TP-Li*nk )
  3. 1 unit kabel UTP dengan mode konektor Straight

Pertama mari kita hubungkan access point ke PC anda dengan menggunakan kabel UTP yang sudah di siapkan. Jangan lupa untuk menghidupkan juga access point dengan memasang adaptornya. Setelah terhubung mari kita set IP PC kita agar sama dengan access point ( untuk merek TP-Li*nk defaultnya 192.168.1.245 ). Lalu kita ketikan IP tersebut di address bar yang ada di browser yang anda pakai dan jangan lupa untuk menekan tombol enter. Access point yang kita gunakan saat ini memiliki password ‘admin’ sebagai defaultnya.

Dalam men-setting access point, jangan lupa untuk melakukan save setiap setelah merubah settingan, jikalau tidak maka tidak akan ada yang berubah dari settingan defaultnya

Berikut penampakan Hardware nya

Terdapat LAN Port untuk menghubungkan dengan komputer, Power Source, dan reset button yang digunakan untuk mereset settingan kembali ke default dengan menekan tombol tersebut selama 5 – 10 detik dalam kondisi hidup.

Pada halaman setup > network setup kita dapat mengkonfigurasu ip address access point. Jika kita ingin mengatur access point sebagai access point, AP Client dan Wireless Repeater tinggal memilih menuh setup.

Untuk pengaturan wireless, pilih tab wireless,  pada bagian basic wireless setting terdapat wireless mode yang bisa dipilih,  yaitu, mixed, wireless-G only, dan wireless-B only. Pilihlah salah satu mode wireless tersebut (rekomendasi memilih mixed. Tujuannya agar wireless dapat diakses oleh jenis G dan B). Di tab ini kita dapat pula men set SSID (Service Set Identifier) yang merupakan tampilan nama dari Network yang kita set. Pada tab Wireless Security kita dapat memilih jenis jenis keamanan yang akan digunakan pada Wireless Network ini. Pada tab  wireless MAC filter kita dapat memfilter 25 sampai maksimal 50 MAC address.  Kita dapat memilih MAC address agar hanya MAC addres tertentu yang dapat mengakses Access Point tersebut (permit) atau memblock MAC address yang telah dipilih (prevent).

Semoga Bermanfaat

21
Oct

Review Seminar Internasional

   Posted by: Defri   in Uncategorized

Judul : E-Portfolios in the Development of “Learning how to learn” Competencies

Narasumber : Mr. Lim Cher Ping dari The Hong Kong Institute of Education

Narasumber memperkenalkan cara baru dalam bidang pendidikan, tepatnya di bidang pembelajaran. Dengan menggunakan menggunakan fasilitas bernama E-Portofolio, diharapkan akan mempermudah proses belajar mengajar juga interaksi antar peserta pembelajaran. Dimana siswa dapat menyimpan data pelajaran secara elektronis, yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa ia telah belajar. Dengan sistem yang digunakan ini siswa dapat berinteraksi dengan siswa lainnya maupun pengajar walau tidak bertatap muka secara langsung. Mr. Cher juga memperkenalkan beberapa fitur dari sistem E-Portofolio ini, diantaranya seperti link jurnal, video pembelajaran, dan fasilitas lainnya.

Beberapa efek yang diakibatkan penerapan daripada E-Portofolio itu sendiri antara lain :

  • Mahasiswa dapat mendokumentasikan nilai yang diraih dalam E-Portofolio
  • Mahasiswa dapat mengumpulkan tugas mereka ke E-Portofolio
  • Mahasiswa dapat mengembangkan akademiknya dengan masukan-masukan yang didapatnya
  • Mahasiswa dapat menampilkan proses pembelajaran mereka serta hasilnya melalui media elektronik, baik berbentuk teks, gambar, ataupun video

 

Judul : ICT Trends and Computer Science Education

Narasumber : Prof. Zainal. A. Hasibuan, Ph.D

Prof. Zainal sebagai m=narasumber ke-2 dalam seminar yang dilaksanakan Sabtu 19 Oktober 2013 menyampaikan materi tentang bagaimana perkembangan dunia ICT itu sendiri. Pada kesempatan itu beliau menyampaikan tentang pentingnya ICT itu sendiri yang dapat menyangkut ke banyak hal maupun banyak pihak untuk diajak bekerja sama. Beliau menyampaikan pula, bahwa ICT dalam kehidupan dapat mempermudah banyaknya pekerjaan manusia. ICT juga menjadi sangat penting dalam pembangunan infrastruktur, juga dalam perkembangan ekonomi. Namun untuk memperlancar itu semua, diperlukan juga sumberdaya manusia yang cukup kompeten untuk memanfaatkan ICT itu sendiri. Dimana sumberdaya yang akan bekerja dibidang ini diharapkan bukan menjadi budak ICT namun menjadi pekerja yang memanfaatkan ICT untuk mempermudah pekerjaannya.

20
Oct

Cheat Sheet Linux Ubuntu

   Posted by: Defri   in Uncategorized

Cheat Sheet

29
Sep

Model Status Proses pada Sistem Operasi

   Posted by: Defri   in Uncategorized

Proses

Secara sederhana, proses adalah sebuah program yang dieksekusi. Proses merupakan unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya-sumber daya dan dijadwalkan sistem operasi. Proses itu sendiri berisi instruksi – instruksi yang ditujukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu.

Keadaan Proses

Proses – proses yang dikelola oleh sistem operasi akan melalui serangkaian keadaan yang merupakan bagian dari aktivitasnya. Keadaan proses ini disebut sebagai status proses yang terdiri dari:

  • Status New Yaitu status dimana proses sedang dibuat.
  • Status Ready yaitu status dimana proses siap dieksekusi tetapi CPU belum tersedia karena sedang mengerjakan proses lain.
  • Status Waiting yaitu status dimana proses sedang menunggu suatu kejadian tertentu. Misalnya sedang menunggu operasi I/O selesai, menunggu signal dari proses lain, tersedianya memori, dsb.
  • Status Running yaitu status dimana proses dieksekusi. Pada status ini CPU sedang mengeksekusi instruksi – instruksi pada proses.
  • Status Terminated yaitu status dimana proses diakhiri.

Kelima status proses tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut:

Dalam kenyataannya, proses banyak mengalami gangguan dalam menjalankan tugasnya oleh karena itu ada PCB (Proses Control Block) untuk membantu dan memberikan dukungan kepada proses itu. Proses Control Block adalah bentuk informasi-informasi lain yang diperlukan sitem operasi untuk mengendalikan dan mengoordinasikan beragam proses aktif dalam suatu proses. Berikut penggambaran Procces Control Block

Pembentukan Proses

Suatu proses dapat membuat beberapa proses baru, melalui sistem pemanggilan pembuatan proses, selama jalur eksekusi. Pembuatan proses dinamakan induk proses, sebagaimana proses baru di sebut anak dari proses tersbut. Tiap proses baru tersebut dapat membuat proses lainnya, membentuk suatu pohon proses.

Secara umum, suatu proses akan memerlukan sumber tertentu (waktu CPU, memori, berkas, perangkat I/O) untuk menyelesaikan tugasnya. Ketika suatu proses membuat sebuah subproses, sehingga subproses dapat mampu untuk memperoleh sumbernya secara langsung dari sistem operasi. Induk mungkin harus membatasi sumber diantara anaknya, atau induk dapat berbagi sebagian sumber (seperti memori berkas) diantara beberapa dari anaknya. Membatasi suatu anak proses menjadi subset sumber daya induknya mencegah proses apa pun dari pengisian sistem yang telalu banyak dengan menciptakan terlalu banyak subproses.

Ketika suatu proses membuat proses baru, dua kemungkinan ada dalam term eksekusi:

  • Induk terus menerus untuk mengeksekusi secara bersama-sama dengan anaknya.
  • Induk menunggu sampai sebagian dari anaknya telah diakhiri/terminasi.

Juga ada dua kemungkinan dalam term dari address space pada proses baru:

  • Anak proses adalah duplikat dari induk proses.
  • Anak proses memiliki program yang terisikan didalamnya

Terminisasi Proses

Sebuah proses berakhir ketika proses tersebut selesai mengeksekusi pernyataan akhirnya dan meminta sistem operasi untuk menghapusnya dengan menggunakan sistem pemanggilan exit. Pada titik itu, proses tersebut dapat mengembalikan data (keluaran) pada induk prosesnya (melalui sistem pemanggilan wait) Seluruh sumber-sumber dari proses-termasuk memori fisik dan virtual, membuka berkas, dan penyimpanan I/O di tempatkan kembali oleh sistem operasi.

Ada situasi tambahan tertentu ketika terminasi terjadi. Sebuah proses dapat menyebabkan terminasi dari proses lain melalui sistem pemanggilan yang tepat (contoh abort). Biasanya, sistem seperti itu dapat dipanggil hanya oleh induk proses tersebut yang akan diterminasi. Bila tidak, pengguna dapat secara sewenang-wenang membunuh job antara satu sama lain. Catat bahwa induk perlu tahu identitas dari anaknya. Maka, ketika satu proses membuat proses baru, identitas dari proses yang baru diberikan kepada induknya.

Induk dapat menterminasi/ mengakhiri satu dari anaknya untuk beberapa alasan, seperti:

  • Anak telah melampaui kegunaannya atas sebagaian sumber yang telah diperuntukkan untuknya.
  • Pekerjaan yang ditugaskan kepada anak telah keluar, dan sistem operasi tidak memeperbolehkan sebuah anak untuk meneruskan jika induknya berakhir.

Defri Arifianto

1104273

Ilmu Komputer – UPI

 

25
Sep

   Posted by: Defri   in Uncategorized

Instalasi Ubuntu 11.10

  1. Boot komputer anda viaFlash Dive yang sudah terisi Installer Ubuntu dari Linux. Juga pastikan ada space pada hardisk minimal 10GB.
  2. Lalu pilih bahasa yang akan diguanakan ( Inggris ) dan klik “Install Ubuntu”.

1

  1. Tidak Perlu terkoneksi internet, dan tidak perlu membubuhi tanda centang( contreng ) pada “install third paty software” dan “download updates while installing”. Langsung saja klik Continue.

2

  1. Lanjut ke langkah berikutnya memilih Installation type, ada dua pilihan yaitu “Erase disk and install  Ubuntu” dan “Something else”. Untuk ‘Erase disk and install Ubuntu’ semua file yang ada di disk computer atau laptop Anda akan terhapus. Sementara ‘Something else’ tidak akan menghapus semua file,pilih salah satu, lalu klik ‘Continue’.

3

  1. Klik “New Partition Table”.

4

  1. Klik “Continue”.

5

  1. Klik “Free Space” ( yang berwarna oranye ), lalu klik “Add”.

6

  1. Setelah itu akan muncul seperti dibawah ini. Lalu isi-kan sesuai dengan gambar dibawah ini. Lalu klik “OK”.

7

  1. Ulangi langkah sebelumnya, lalu ketika sesuai gambar di bawah.

8

  1. Klik “Install Now”.

9

  1. Pilih Kota sesuai selera, klik kembali “Continue”.

10

  1. Setelah itu pilih keyboard layout.

11

  1. Masukan data pengguna.

12

  1. Setelah instalasi selesai dan memasukan password, Ubuntu siap digunakan.

13

Defri Arifianto

1104273

16
Sep

Processor

   Posted by: Defri   in Uncategorized

Pentium 4 adalah mikroprosesor generasi ketujuh yang dibuat oleh Intel dan dirilis secara resmi pada tanggal 20 November 2000, meneruskan prosesor Pentium III. Nama perkenalan generasi awalnya adalah Willamette, kemudian dikembangkan kembali dengan nama perkenalan Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill. Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz, dengan mendukung memory controler pada tingkat DDR. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz. Cache yang digunakan berkisar antara 128KB – 1024KB di setiap levelnya, namun masih terbatas sampa level 2 saja (L2 Cache).

 

Dirilisnya mikroarsitektur Nehalem pada bulan November 2008, Intel memperkenalkan skema penamaan baru untuk prosesor Core. Core I-Series merupakan processor dengan teknologi ter mutakhir dari Intel. Memiliki 3 produk andalan untuk setiap levelnya. Ketiga produknya yaitu  core i3 ditujukan buat Entry Level, core i5 buat mid level, kalo core i7 buat High Level. Angka yang terdapat pada seri core ini bukan menunjukan banyaknya jumlah inti dari prosesor itu sendiri. Fitur umum dari semua prosesor berbasis Nehalem mendukung DDR3 memory controller terintegrasi.  Semua prosesor tersebut memiliki 256 KB L2 cache per core, ditambah hingga 12 MB ​​shared L3 cache. Pertama dirilis processor jenis ini sudah memiliki kecepatan 1.06 GHz – 2.66 GHz untuk setiap inti yang dimiliki jenis processor tersebut dan juga tergantung dari produknya. Dengan teknologi Turbo Boost dari intel kecepatan daripada processor tersebut dapat meningkat hingga 1.5x dari aslinya.

Setelah membaca sedikit ulasan diatas, diketahui bahwa perbedaan antara 2 tipe processor sangat terlihat. Dimulai dari performa sampai dengan hardware lain yang mendukungnya.

 

Sumber :

16
Sep

Jenis RAM

   Posted by: Defri   in Uncategorized

  1. EDO RAM

Pada tahun 1995, perkembangan teknologi komputer menghasilkan modul memori termutakhir pada zamanya yaitu EDO ( Extended Data Out ). Jenis memori yang dapat menyimpan dan mengambil isi memori secara simultan. Bentuk EDO-RAM adalah SIMM (Single Inline Memory Module).  Slot memori ini pada motherboard memiliki  72 pin. EDO RAM juga sangat optimum saat bekerjasama dengan prosesor berkapasitas 66 MHz ( Pentium ).

  1. SDRAM

Pada tahun 1997 SDRAM diperkenalkan, Synchronous Dynamic Random Access Memory ( SDRAM ) adalah Dynamic Random Access Memory ( DRAM ) yang disingkronkan dengan sistem bus. Clock speed ( kecepatan putaran ) daripada RAM jenis ini mencapai 66 MHz, yang berarti memori jenis ini mampu menghantarkan data dengan kecepatan maksimal 533 MB/det. Lalu seiring dengan clock speed yang bertambah kencang, kecepatan pengantaran datapun menjadi semakin cepat. Untuk SDRAM dengan clock speed 133 MHz, data yang dihantarkan dapat mencapai 1,066 GB/det. RAM yang banyak digunakan dalam PC dari tahun 1996 hingga 2003 juga merupakan salah satu jenis dari memori komputer kategori solid-state.

  1. RDRAM

Rambus DRAM ( RDRAM ) adalah RAM yang dikembangkan oleh RAMBUS, Inc.. .  RDRAM ini memiliki jalur data yang sempit  ( 8 bit ) tapi kinerjanya tidak dapat diungguli oleh DRAM jenis lain yang jalur datanya lebih lebar dari RDRAM yaitu 16 bit atau bahkan 32 bit. Hal ini karena RDRAM ini memiliki Memory Controller yang canggih pada zamannya. Tentunya hanya motherboard yang mendukung RAMBUS saja yang bisa memakai DRAM ini, seperti MotherBoard untuk AMD K7 Athlon. Akan tetapi, RAM jenis ini memiliki harga yang cukup mahal, ditambah lagi berkembangnya RAM yang bersifat lebih umum, akhirnya pada tahun 2000 RDRAM tidak lagi support dengan komputer komputer ber-arsitektur umum ( biasa saja ).

  1. DDR SDRAM (Double data rate synchronous dynamic random-access memory )

DDR SDRAM merupakan memori yang menggunakan sirkuit terintegrasi, disebut juga DDR1 SDRAM yang sekarang perannya telah tergantikan oleh DDR2 dan DDR3. Yang masing masin memiliki kekompatibelan tersendiri, ini berarti tidak bisa DDR1 dipasang di motherboard yang support DDR2 maupun DDR3 begitu juga sebaliknya. Dibandingkan dengan single data rate ( SDR ) SDRAM, DDR SDRAM memiliki kecepatan transfer yang lebih tinggi dikarenakan oleh kontrol yang lebih sempurna dari waktu, daya listrik dan sinyal clock. Sebuah tes dengan DDR dan DDR2 pada tahun 2005 membuktika bahwa konsumsi daya rata-rata dari 1-3W per modul 512MB. Kalkulasi dilakukan produsen untuk memperkirakan daya yang digunakan oleh berbagai jenis RAM. Perbandingan DDR1 – DDR2 – DDR3